<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.1d1 20130915//EN" "JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <journal-meta id="journal-meta-424f2d45df024774bd3abe91775976ac">
      <journal-id journal-id-type="nlm-ta">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="publisher-id">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="journal_submission_guidelines">http://ojs.umsida.ac.id/index.php/rechtsidee/about/submissions#authorGuidelines</journal-id>
      <journal-title-group>
        <journal-title>UMSIDA Article Template 2 (Indonesian)</journal-title>
      </journal-title-group>
      <publisher>
        <publisher-name>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</publisher-name>
      </publisher>
    </journal-meta>
    <article-meta id="article-meta-23e32df8b02a41349fd30109e484dd42">
      <title-group>
        <article-title id="article-title-fbf2e3dd8f4b48e1b2fc72ee9e73cbf0">Pemberitaan Pidato Pribumi Anies Baswedan Pada Media Indonesia.Com dan Okezone.Com</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group>
        <contrib id="contrib-1fd3cb9965994b3282748f62d0fc5703" corresp="yes">
          <name id="name-33c64e6b9bdc4a59b6eb924cdf72fdad">
            <surname>Hariyanto</surname>
            <given-names>Didik</given-names>
          </name>
          <email>didikharoyanto@umsida.ac.id</email>
          <xref id="xref-214c9d9603e14b11826bfc705099f0a5" rid="aff-563a36a90a2d4eeabb62721970f51ec8" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <contrib id="contrib-6019086ed3ac4a2aa41a25cef8928e3c">
          <name id="name-88fb631f3b5941028446d78e7c7b75e5">
            <surname>Kharina</surname>
            <given-names>Ayu Dyah</given-names>
          </name>
          <email>dyah.kharina@umsida.ac.id</email>
          <xref id="xref-0de9778ac9484df2b97e67506b26ac72" rid="aff-1b8f63ab981048d5a8879545153c70ed" ref-type="aff">2</xref>
        </contrib>
        <aff id="aff-563a36a90a2d4eeabb62721970f51ec8">
          <institution>Program Studi Ilmu Komunikasi FBHIS Univesitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
          <addr-line></addr-line>
        </aff>
        <aff id="aff-1b8f63ab981048d5a8879545153c70ed">
          <institution>Program Studi Ilmu Komunikasi FBHIS Univesitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
          <addr-line></addr-line>
        </aff>
      </contrib-group>
      <pub-date>
        <day>9</day>
        <month>2</month>
        <year>2020</year>
      </pub-date>
      <abstract id="abstract-a4b518cea329">
        <title id="abstract-title-d11135ebaf96">Abstract</title>
        <p id="t-cf0088a91d4e">The purpose of this research is to find out the framing which is conducted Media Indonesia.com dan Okezone.com in the case of speeches that professed indigenous words by DKI Jakarta Governor Anies Baswedan. This research uses descriptive qualitative method with framing analysis from Robert N. Entman which consists of define problems, diagnose<italic id="emphasis-a9b7b892ac6244c1a55618a0297ee357"> </italic>causes, make moral<italic id="emphasis-a140f32360ef416f8b048a7935319dfa"> </italic>judgment and treatment recommendation. The theory used to see the truth in the context of framing analysis study is the second stage of agenda setting from Mc Combs. The results of this study are Media Indonesia.com and Okezone.com in presenting news about indigenous speeches by Anies Baswedan are not neutral. In accordance with the second stage of agenda setting Mc Combs that highlighted is attribute. The attribute referred here is indigenous word which refers to the Dutch designation to demean Indonesian citizens, indigenous words discriminate race and ethnicity, indigenous words can divide Indonesian citizens, and indigenous words not worthy of saying.</p>
      </abstract>
      <abstract xml:lang="id-Latn" id="abstract-abstract-title-1d75ecfa592540ffa4b81a73c97be4bd">
        <title id="abstract-title-1d75ecfa592540ffa4b81a73c97be4bd">Abstrak</title>
        <p id="paragraph-3b37fbfaf1a745478766604d1acf733d" xml:lang="id-Latn">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui framing yang dilakukan oleh Media online Indonesia.com dan Okezone.com pada kasus pidato yang mencatut kata pribumi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis framing model Robert N. Entman yang terdiri dari define problems, diagnose couses, make moral judgement  dan treatment recomendation. Teori yang digunakan untuk melihat kebenaran dalam konteks studi analisis framing ini adalah agenda setting kedua dari Mc Combs. Hasil penelitian ini menunjukkan jika Media Indonesia.com dan Okezone.com dalam menyajikan berita terkait pidato pribumi oleh Anies Baswedan tidak netral. Sesuai dengan teori agenda setting kedua dari MC Combs yang ditonjolkan adalah atribut. Atribut yang dimaksud ialah kata pribumi yang merujuk pada sebutan Belanda untuk merendahkan warga Indonesia, kata pribumi mediskriminasikan ras dan etnis, kata pribumi dapat memecah belah warga Indonesia dan kata pribumi tidak pantas  dilontarkan.</p>
      </abstract>
      <kwd-group id="kwd-group-6c5dde53cf9d40268dbccfa3e05ac00a" xml:lang="id-Latn">
        <title>Keywords</title>
        <kwd>Analisis Framing</kwd>
        <kwd>Pribumi</kwd>
        <kwd>Media Online</kwd>
        <kwd>Agenda Setting Kedua</kwd>
      </kwd-group>
      <kwd-group id="kg-bd474b6474bc">
        <title>Keywords</title>
        <kwd>Framing Analysis</kwd>
        <kwd>Indigenous</kwd>
        <kwd>Online Media</kwd>
        <kwd>Second Agenda Setting</kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec>
      <title id="t-78f32e43fac9">PENDAHULUAN</title>
      <p id="paragraph-6fbae4ac9282461a94baa05f668edb23">Pada tanggal 17 Oktober 2017, Anies Baswedan telah resmi dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta Periode Tahun 2017-2022. Dalam pidato pelatikannya, Anies menyebutkan kata ‘Pribumi’ yang pada akhirnya memicu perdebatan dari berbagai kalangan masyarakat di Indonesia. Hal tersebut kemudian menjadi pemberitaan di media massa terutama pada media <italic id="emphasis-68aeef68efb44451b23e6edf4a0057ac">online</italic>, bahkan selama beberapa hari telah menjadi <italic id="emphasis-1b9375ee44a74bb99d83d4fd925cce29">headline news</italic>. Salah satunya pemberitaan pada media <italic id="emphasis-6c19d27038184e80b89d85d7bfd6e6d8">online</italic> dari Media Indonesia.com hari Minggu, tanggal 5 November 2017 yang berjudul “Pribumi” dan Okezone.com hari Selasa, tanggal 17 Oktober 2017 yang berjudul “Soal Kata Pribumi di Pidato Anies, Ini pandangan Ahli Bahasa UI".</p>
      <p id="paragraph-02662044d40b49ddaded6848fa27f1a4">Pemberitaan pidato tentang pribumi oleh Anies Baswedan ini syarat akan kepentingan politik. Beberapa tahun belakangan ini dunia politik memasuki ranah media massa untuk mendukung kepentigan-kepentingan tertentu. Karena saat ini banyak pemimpin perusahaan media massa di Indonesia yang juga masuk ke dalam dunia politik. Hubungan dunia politik dengan kepemilikann media massa ini erat kaitannya dengan pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Karena seperti yang diketahui partai Nasional Demokrat (Nasdem) adalah salah satu partai pengusung Basuki Tjahaja Purnama dan wakilnya Djarot Syaiful Hidayat, yang berafiliasi dengan media <italic id="emphasis-3acc36b39e7444cfbffd6812e66a1cce">online</italic> Media Indonesia.com. Sedangkan partai Persatuan Indonesia (Perindo) merupakan partai nonparlemen pendukung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yang berafiliasi dengan media <italic id="emphasis-d767d922422e4328abb417f599f1fc81">online</italic> Okezone.com.</p>
      <p id="paragraph-4a7c5bc21d894977b86cde94f77aeeff">Penelitian dengan tema pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mencatut kata pribumi ini menjadi menarik untuk dibahas karena Indonesia adalah negara dengan beraneka ragam SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).</p>
      <p id="paragraph-0e646e4910c34744a42735c251a7fe92">Penelitian yang bertemakan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) pernah diteliti oleh mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Lampung, Siti Sarohmawati pada tahun 2016. Penelitian itu berjudul “Sikap Media Terhadap Isu Politik Dan Agama Islam (Analisis Framing Robert N. Entman Berita Ahok dan Q.S Al –<xref id="x-12b4160628e0" rid="" ref-type="bibr">1</xref>  Maidah Ayat 51 Pada Situs Berita Online Republika.co.id dan Metrotvnews.com Tanggal 7 Oktober – 4 Desember 2016)<xref id="xref-8fea8bda26704c8584daa45056d23dd8" rid="" ref-type="bibr">1</xref>”. Hasil penelitian itu menyebutkan bahwa terdapat perbedaan sikap media online Republika.co.id dan Metrotvnews.com dalam menampilkan teks berita kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok. Republika.co.id melihat kasus dugaan ini sebagai masalah hukum (problem identification), sedangkan metrotvnews.com melihat sebagai masalah politik.</p>
      <p id="paragraph-27e9aa58f43f4d17b5513ee15acb9f83">Dari penjabaran latar belakang masalah diatas, hal ini membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengangkat topik pemberitaan pidato yang mencatut kata pribumi oleh Anies Baswedan pada Media Indonesia.com dan Okezone.com. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Media Indonesia.com dan Okezone.com memframing pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan kata pribumi.</p>
      <p id="paragraph-eeaa952b45e34ac18b9e8e2cdec4dc8f">Penelitian ini menggunakan analisis <italic id="emphasis-1afe3145207c403e88b76f8b33dcb065">framing</italic> model Robert N. Entman. Konsep <italic id="emphasis-d59ab88ba5654835a469c94ab58ff894">framing</italic> ini menggambarkan proses seleksi isu dan penonjolan aspek tertentu dari realita oleh media. Seleksi isu adalah bagian yang berhubungan dengan pemilihan fakta dari realitas yang kompleks dan beragam, kemudian aspek mana yang diseleksi untuk diperlihatkan? Tidak semua bagian dari peristiwa diperlihatkan, karena jurnalis menentukan bagian tertentu dari suatu peristiwa. Penonjolan dalam hal ini dapat didefinisikan sebagai membuat informasi lebih terlihat jelas, lebih bermakna, atau lebih mudah diingat khalayak. Informasi yang menonjol kemungkinan lebih diterima oleh khalayak dan tersimpan dalam memori bila dibandingkan dengan yang disajikan secara biasa.</p>
      <p id="paragraph-70886dba30b342f1a8dbaffb679a08f5">Perangkat framing Robert N. Entman terdiri dari pendefinisian masalah (<italic id="emphasis-f326fd231aa54d5090b076e17cf26b5f"> define problem</italic>s ) dimana dalam bagian ini berusaha melihat bagaimana suatu peristiwa dilihat sebagai masalah apa. Secara luas, pendefinisian masalah menyertakan konsepsi dan skema interpretasi wartawan di dalamnya.</p>
      <p id="paragraph-cd5764efb425434aa3f8c640091ce165">Kedua adalah memperkirakan sumber masalah (<italic id="emphasis-11154e27bb6849a9b300fd7d904931fb"> diagnose couse</italic>s ), bagian ini berusaha menganalisis penyebab peristiwa. Hal apa yang dianggap sebagai penyebab dari suatu masalah dan siapa (aktor) yang dianggap sebagai penyebab masalah. Penyebab masalah di sini dapat berarti apa namun juga bisa berarti siapa.</p>
      <p id="paragraph-ee91cb4eda3d4117a2dfd915c94ea5ef">Ketiga adalah membuat keputusan moral (<italic id="emphasis-11bc82547b004ac58d85665efd1a6a1c"> make moral judgemen</italic>t ) yaitu nilai moral apa saja yang disajikan untuk menjelaskan masalah dan nilai moral apa yang digunakan untuk melegitimasi suatu tindakan. Elemen ini adalah elemen <italic id="emphasis-caf5c90db2244eba8eba6316fb0be0ec">framing</italic> yang digunakan untuk membenarkan atau memberi argumentasi pada pendefinisian masalah yangtelah dibuat.</p>
      <p id="paragraph-abab7da0c9154ce2af185f5c8f8cb262">Keempat adalah menekankan penyelesaian (<italic id="emphasis-d9e1d3375a344ad7a0cb392583de5e3a"> treatment recomendatio</italic>n ) yaitu penyelesaian yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut. Elemen ini digunakan untuk menilai apa yang dikehendaki oleh wartawan. <sup id="superscript-583a5536c6af4268bc873a17d826f669">[1]</sup><xref id="xref-d8775ae2a71b41aba206fbc6a91e1c38" rid="R67130715837053" ref-type="bibr">Eriyanto (2012)</xref> Selain analisis framing juga di gunakan teori agenda <italic id="emphasis-5e37342869cc44b886847406d4d9cde8">setting</italic> tahap dua (Mc Combs). Sebagai pioner <italic id="emphasis-4a25bd5377d548be85e9fc1bc72f4a87">agenda</italic><italic id="emphasis-fbfdb2e7abaf4fb2812f8c52bd9c61d9"> setting</italic>, <italic id="emphasis-1608e380f69047f1b423d13ec9979e8b"/>Mc Combs telah melakukan langkah awal dalam mengembangkan dan memperluas teori ini dengan menghubungkannya dengan teori <italic id="emphasis-472ce45dadca45528743177a95d0ea65">framing</italic>. Mc Combs memberi nama teori ini sebagai agenda setting tahap dua. <sup id="superscript-b44e53e1eaf3499682bcd2383326c1f1">[2]</sup><xref id="xref-169f17786e4840dc950576be01634b44" rid="R67130715837054" ref-type="bibr">Tamburaka (2012)</xref></p>
      <p id="paragraph-0af5bf134421464f8ac0eb2f52097455">Pusat perhatian dari agenda setting tahap dua adalah atribut. Atribut ini bisa diklasifikasikan menjadi sub dimensi lebih rinci dari objek. Peneliti membuat daftar yang diturunkan dari objek. <sup id="superscript-1e05c688979c403a88fcdfef71236cb9">[3]</sup><xref id="xref-713ac123363640a89ab58af4d51b8a9c" rid="R67130715837055" ref-type="bibr">Eriyanto (2018)</xref> </p>
      <p id="paragraph-e2bcb3c141d94061afd91a3cd978d775"/>
      <p id="paragraph-d7d8ebafd5b64ac6a5f64090f2cb7f30"/>
      <fig id="figure-91a10d3d1e534ad0a5f42e0d784ccc96" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 1 </label>
        <caption id="caption-cc881af0e6024fc09f08ceb3c8b14ef4">
          <title id="title-a8d31a12a0bc4ee2afa6741e788cc964">Kerangka Pemikiran</title>
        </caption>
        <graphic id="graphic-183c52bc3fcd4416bb3b78a2c663febd" xlink:href="https://s3-us-west-2.amazonaws.com/typeset-media-server/e3a6b515-21aa-4e7d-9608-15faa78bd09aimage1.png"/>
      </fig>
      <p id="paragraph-160c24e662f14def9550f12b56593198"/>
      <p id="paragraph-ebf1f41d1a5b4d00829c9de0dc0e6a0c"/>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-dec383ee2cc5">METODE PENELITIAN</title>
      <p id="paragraph-e6d6d2933726498699839458905608ed">Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengguakan analisis <italic id="emphasis-660c743964f3452293b0d21d9309d89b">framing</italic> Robert N. Entman. Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang belandaskan pada filsafat postpositivisme, dipakai untuk meneliti pada keadaan objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen utama, teknik pengumpulan data dilakukan triangulasi, analisis bersifat induktif dan lebih menekankan makna daripada generalisasi. Penelitian deskriptif merupakan suatu penelitian yang dipakai untuk menganalisis atau menggambarkan suatu hasil penelitian tetapi tidak dipakai untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. <sup id="superscript-2def561c9a754d5790d504c278812b94">[4]</sup><xref id="xref-9d2c4fb9e51f4c71af3b2e8ddc3f858b" rid="R67130715837058" ref-type="bibr">Sugiono (2012)</xref></p>
      <p id="paragraph-c6a1c9c8accf49feaffe844269feb552">Dalam hal ini peneliti mendokumentasikan berita terkait kasus pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mencatut kata pribumi oleh Media Indonesia.com dan Okezone.com priode 17 Oktober 2017 – 5 November 2017.</p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-898752af9d52">HASIL DAN PEMBAHASAN</title>
      <table-wrap id="table-wrap-1c748e603dba48b483a63b5223f54345" orientation="portrait">
        <table id="table-c2b3e7bb3d5d4338bad8adb548fe5362" rules="rows">
          <colgroup/>
          <tbody id="table-section-1093ac8b21b345698f3e5198c4927e59">
            <tr id="table-row-cc976f0219734a8aafd302b60ccf96ed">
              <td id="table-cell-5f4f90ee6d2c488786db2c41fde62e90" align="left">No</td>
              <td id="table-cell-a1045182782d41fd8ec42f71d010faa4" align="left">Tanggal Terbit</td>
              <td id="table-cell-2b067db73bb340ba93cc86c90cdf9d8d" align="left">Judul Berita</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ae30bc637b6345ca84bc801b7cb66594">
              <td id="table-cell-edb0288836254c1ba95797f125b00cef" align="left">1</td>
              <td id="table-cell-73021bd4e81c45e8a3e9936342772348" align="left">Selasa, 17/ 10/ 2017</td>
              <td id="table-cell-4e08b1d0e3db44a08a698fc3842e3691" align="left">Pidato Anies Baswedan Mengoyak Kemajemukan Warga DKI [5]11</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4006de3e7fca4e959df164a0ad60ec65">
              <td id="table-cell-49dee4beaed649f3977686ebb3d8e486" align="left">2</td>
              <td id="table-cell-8c65d5c1923b46c5a409c5baebaf9e2f" align="left">Rabu, 18/ 10/ 2017</td>
              <td id="table-cell-2d38bceb1bc543bfae8cdda09085fd46" align="left">Pidato Anies Baswedan Terus Tuai Reaksi [6]5</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c400774f1f0a404389e21830f06eaaa3">
              <td id="table-cell-cef38d5ea4304552b93e3e686917e76d" align="left">3</td>
              <td id="table-cell-0464045f64f44c15868bb582cdb0a609" align="left">Rabu, 18/ 10/ 2017</td>
              <td id="table-cell-30aa82eac8164a2cafad432bcf1b5ae8" align="left">Satpol PP Turunkan Spanduk 'Kebangkitan Pribumi' di Menteng [7]6</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f47e4a7e0edb4e718c4baa6b77972977">
              <td id="table-cell-00892724a3f84bd3826116a4b5675b55" align="left">4</td>
              <td id="table-cell-062d2c3e271e4f5ab55e18f3d771407a" align="left">Kamis, 19/ 10/ 2017</td>
              <td id="table-cell-4349e36d634d4fa79cc5c164b88e7088" align="left">Sudahi Polemik Pidato Anies Baswedan [8]7</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ea28f9ae8f52427295a6816783247447">
              <td id="table-cell-3c3070dcfd30413381726a2dff62683f" align="left">5</td>
              <td id="table-cell-e48bfc1f1deb4504ac4ccbf6db4bc738" align="left">Jum'at, 20/ 10/ 2017</td>
              <td id="table-cell-c8d3d10833c34d229e5e79b46d4efc14" align="left">Bareskrim Polri Terus Proses Laporan Terkait Anies Baswedan [9]8</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-573028a41a714793a542fdb63691cf33">
              <td id="table-cell-f5b113a9a5ce4b4385314e2362e52208" align="left">6</td>
              <td id="table-cell-1250e02578714b80875e728b2de8928c" align="left">Senin, 23/ 10/ 2017</td>
              <td id="table-cell-108d927977a74035bb8e6038b1f0570d" align="left">Komunitas Anak Bangsa Demo Anies soal "Pribumi" [10]9</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ebd4a7d8f04740d9b1a7e612c73b6ff6">
              <td id="table-cell-6ad21191b4574da6b29469603e80023e" align="left">7</td>
              <td id="table-cell-d7284d8b5dc248a9971f881c9abe9aae" align="left">Minggu, 05/ 11/ 2017</td>
              <td id="table-cell-94629a9af28f4f38a50811bd9be2306b" align="left">Pribumi [11]10</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
        <label>Table 1</label>
        <caption id="caption-675b94aced27407498705cd22e7d8ec9">
          <title id="title-ee22328b93e844df8b0e70551027cd21">Berita yang Diteliti di Media Indonesia.com</title>
        </caption>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-34a62cf626db49f79dfd8ef73904f7aa">
        <italic id="emphasis-a1e878f2e57b436cbed57fa4e4aca7cb">Sumber: olahan Peneliti</italic>
      </p>
      <p id="p-4c35f6b7640f"/>
      <sec>
        <title id="t-93bc587679d8">Analisis Framing Model Robert N. Entman Pada Media Indonesia.com</title>
        <p id="paragraph-eb4487c375b141f8bcecd46cc4d94221">Dari ketujuh berita yang dianalisis, lima diantaranya dapat disimpulkan bahwasannya <italic id="emphasis-845b91aa584f481aa62712c18774aa3e">Define Problems</italic> (Pendefinisian Masalah) dari masing-masing berita tersebut menolak pidato Anies Baswedan yang mencatut kata pribumi dikarenakan kata tersebut mengandung unsur diskriminasi ras dan etnis. Sedangkan <italic id="emphasis-d86e394a37ca45e5985d08170d8230ff">Define Problems</italic> (Pendefinisian Masalah) pada dua dari tujuh berita yang telah dianalisis menyebutkan bahwa masalah pidato pribumi yang dilakukan Anies Baswedan sebaiknya tidak perlu ditanggapi dengan serius, yang harus fokus dipikirkan warga Jakarta saat ini adalah memberi kesempatan Anies Baswedan untuk membangun Jakarta agar jauh lebih baik.</p>
        <p id="paragraph-fff300905e2e4308b1978f69d140e808">Pada perangkat <italic id="emphasis-ed6793fca44949ffad6fb38d056b35ef">framing</italic> Robert N. Entman yang kedua <italic id="emphasis-5cf082b2317645dcb52447e719c8002c">Diagnose Couses</italic> (Siapa Sumber Masalah). Dari keseluruhan berita dapat dilihat aktor penyebab masalah yang timbul adalah Anies Baswedan, hal ini berkenanan dengan pidato perdananya yang mencatut kata pribumi menuai perdebatan di ranah publik.</p>
        <p id="paragraph-848962f4dcc347c38549123c67bbe741">Perangkat <italic id="emphasis-094f8334c6ad4723948fd373b189a3a6">framing</italic> Robert N. Entman yang ketiga <italic id="emphasis-ce1bdc6ebde241489c5fe06cb0fe985d">Make</italic><italic id="emphasis-dd56745e2fcf45f0ab44bf9f56a969c9"> Moral Judgeme</italic>n<bold id="strong-dc8b7ddcfbaa4ee9898667ede93c2ec6"> </bold>t (Membuat Keputusan Moral). Dari keseluruhan berita menyebutkan bahwa Anies Baswedan dinyatakan bersalah karena penyebutan kata pribumi dianggap telah bertentangan dengan Inpres No.26 Tahun 1998 yang melarang penggunaan istilah 'pribumi dan non pribumi. Juga bertentangan dengan UUD RI 1945, Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia dan Kovenan Internasional Hak-hak Sipil dan Politik serta UU No.40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.</p>
        <p id="paragraph-50df741c1f3a4b4087bf12611de4a888">Perangkat <italic id="emphasis-e7b2421da2bd4112b52955f6539c6edd">framing</italic> yang terakhir adalah <italic id="emphasis-72412560c0c24af3a0d24106911a6c69">Treatment Recomendation</italic> (Menekankan Penyelesaian). Dari keseluruhan berita yang dianalisis menyebutkan bahwa banyak narasumber yang menyayangkan atas pidato perdana Anies Baswedan yang mencatut kata pribumi. Karena kata tersebut dianggap mendiskriminasikan salah satu etnis tertentu di Indonesia. Namun banyak pihak yang meminta keadilan jika Anies Baswedan memang terbukti bersalah, hendaknya dia diproses secara hukum.</p>
        <table-wrap id="table-wrap-965392b2d8884156b67762168e7d96cb" orientation="portrait">
          <table id="table-1e5fc9f7b1d345f2b69e7ef0a28075cc" rules="rows">
            <colgroup/>
            <tbody id="table-section-e739a17be684424981b8eaf7dd3bed75">
              <tr id="table-row-f6fc6a0138624915a085e0a8a19155ff">
                <td id="table-cell-8f46a7e61d9247f8943a379288ea03e5" align="left">No</td>
                <td id="table-cell-6963f95f77d24599bb3b435f78f4218f" align="left">Tanggal Terbit</td>
                <td id="table-cell-625cb8c6b34f443f86be6c7f96a91b4a" align="left">Judul Berita</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-eac8266a81ce40a48497e8078cacc363">
                <td id="table-cell-e7e352d0a36b4b12a31534c19bfcf638" align="left">1</td>
                <td id="table-cell-e65112f355e64ea1a2cd8f1e74b1bd80" align="left">Selasa, 17/ 10/ 2017</td>
                <td id="table-cell-a1cd959db80347fab7180572db1d6749" align="left">Ini Penjelasan Anies Baswedan Soal Kata 'Pribumi' di Pidatonya [12]19</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-cd18e74556944cd5bc91ae21df9b189e">
                <td id="table-cell-c97e7f0e7e4b4533b3fffa2876441dfc" align="left">2</td>
                <td id="table-cell-a1314f06c9524f72ad9308e1b62509bc" align="left">Selasa , 17/ 10/ 2017</td>
                <td id="table-cell-2d355d10a1044f4b822297ef22c86812" align="left">Soal Kata 'Pribumi' di Pidato Anies, Ini Pandangan Ahli Bahasa UI [13]12</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0e92952e18c1491a9ba9ea11eaaab7cd">
                <td id="table-cell-47015b7f44bf4d50b1d27c0e6ebfb02f" align="left">3</td>
                <td id="table-cell-760c8acdc5d54dc4af3c02a09620a5f6" align="left">Selasa , 17/ 10/ 2017</td>
                <td id="table-cell-24b56357da3246589a1f2a2c952a4641" align="left">JK Sebut Anies Tak Salah Sebut Pribumi dalam Pidato Politik Pertama [14]13</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2cd3344836394ba78a855f86bd15c3c1">
                <td id="table-cell-19b2506189d04f608982e260dfdeef50" align="left">4</td>
                <td id="table-cell-dedf64c76746451e91a133859d25d547" align="left">Selasa, 17/ 10/ 2017</td>
                <td id="table-cell-16192971cb314efca933c116759f2d44" align="left">Polda Metro Tolak Laporan Organisasi Sayap PDIP soal Pidato Gubernur Anies Baswedan, Alasannya... [15]14</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9b2447ca77a046d0a38499d489f380aa">
                <td id="table-cell-2d351e8c768146759f41610df3ff81fb" align="left">5</td>
                <td id="table-cell-1eb71949f9e24b5f9877078f09380367" align="left">Rabu, 18/ 10/ 2017</td>
                <td id="table-cell-b34bbaa267ce4d8daa0aa634417b4bc1" align="left">FOKUS: 'Pribumi' di Pidato Gubernur Anies, Amati Konteks Kalimatnya dan Jangan Mudah Terpecah Belah [16]15</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6549c36b2d8a4628ad44fc11bfbd702b">
                <td id="table-cell-b92407c14894483d950bf3d124fbc410" align="left">6</td>
                <td id="table-cell-844d6af8b9bf4c1990fc4d4b7fcbb0d5" align="left">Kamis, 19/ 10/ 2017</td>
                <td id="table-cell-f8d94ee3668f4bdfb15a2d6d1b2f554c" align="left">Gubernur Anies Dipolisikan soal 'Pribumi', Priyo: Kita Harus Move On! [17]16</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-463010ec6fb54bdb849aeb90a4d888c0">
                <td id="table-cell-fc0ffeaf6bc242dda80650db763b407a" align="left">7</td>
                <td id="table-cell-e70ce7860efa453e866695b01870cd09" align="left">Jum'at, 20/ 10/ 2017</td>
                <td id="table-cell-5a1b259347254e778c3727075a1c1175" align="left">Pidato Anies soal 'Pribumi', PAN: Biarkan Gubernur DKI Bekerja! [18]17</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8ef95b5d10f84acd98bb4451704e7628">
                <td id="table-cell-927f16a3744a491385e2e05803eb0622" align="left">8</td>
                <td id="table-cell-dbedb12f466b439dbf6deea4d777a636" align="left">Sabtu, 21/ 10/ 2017</td>
                <td id="table-cell-9fe3655f9e9e4c0fb26855bc5e21ad95" align="left">Pidato Anies soal 'Pribumi', Ketua Relawan Djarot Mania: Jangan Ditanggapi secara Berlebihan! [19? ]18</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
          <label>Table 2</label>
          <caption id="caption-735e96001fe243d9bb0480eb5daec3cc">
            <title id="title-d8cab50a268e4010bdcc7ffbf874e41f">Berita yang Diteliti di Okezone.com</title>
          </caption>
        </table-wrap>
        <p id="paragraph-fbdd3405451940b5802a0e189f3c82fc">
          <italic id="emphasis-7fccf294b7bb4e76a65d65e54d3a694e">Sumber: Olahan Peneliti</italic>
        </p>
        <p id="p-86d66d70d48b"/>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-da261f684e38">Analisis Framing Model Robert N. Entman Pada Okezone.com</title>
        <p id="paragraph-4c3da5e45e22465cb791eb793e9ef628">Dari tujuh berita yang dianalisis dapat disimpulkan bahwasannya <italic id="emphasis-f9c91ca92133415fbe4a6fe0c32fcd64">Define Problems</italic> (Pendefinisian Masalah) dari masing-masing berita menyebutkan jika Anies Baswedan telah mengkonfirmasi makna kata pribumi dalam pidato perdananya usai dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kata pribumi digunakan untuk menjelaskan era penjajahan masa lampau dan menurut tokoh-tokoh politik di Indonesia penempatan kata itu sudah sesuai konteksnya dan tidak perlu diperdebatkan. Sedangkan pada salah satu berita yang dianalisis menyebutkan bahwa kata pribumi dalam pidato Anies Baswedan mendiskriminasikan ras dan etnis.</p>
        <p id="paragraph-12f80f6d8b044a3e95c18bf4a9e21e75">Pada perangkat <italic id="emphasis-63c2067a52664dcb829182131bfaa295">framing</italic> Robert N. Entman yang kedua <italic id="emphasis-06d770a5485340e6a11385e4db383143">Diagnose Couses</italic> (Siapa Sumber Masalah). Dari keseluruhan berita dapat dilihat aktor penyebab masalah yang timbul adalah Anies Baswedan, hal ini berkenanan dengan pidato perdananya yang mencatut kata pribumi menuai perdebatan di ranah publik.</p>
        <p id="paragraph-303e524f264f4bc8843165bfc5d7046a">Perangkat <italic id="emphasis-2dd79f85e22a48018c18ba70263d4d34">framing</italic> Robert N. Entman yang ketiga yakni <italic id="emphasis-32448fcb86424e1596193f91e7a86a51">Make</italic><italic id="emphasis-fb1c65654b9b44b98fcc2568ad4f5cd2"> Moral Judgeme</italic>n<bold id="strong-ce7582401ed44a6ca14f57c9c527d872"> </bold>t (Membuat Keputusan Moral). Dari keseluruhan berita menyebutkan bahwa Anies Baswedan telah melakukan konfirmasi kepada khalayak jika penggunaan kata pribumi dalam pidatoya itu untuk menggambarkan masa penjajahan silam. Dirinya tidak bermaksud untuk mendiskriminasikan ras dan etnis manapun. Anies berdalil jika media massa yang salah menafsirkan kata pribumi dalam pidatonya, sehingga membuat publik menyalahkannya.</p>
        <p id="paragraph-3964c59481e94cbd98ede6c53ef95902"><italic id="emphasis-c9cb1e2df5714049a09ea266e52e4e9f">Treatment Recomendation</italic> (Menekankan Penyelesaian) dari keseluruhan berita yang telah dianalisis adalah Anies Baswedan berdalil jika media massa telah salah mempersepsikan makna kata pribumi. Dan setelah konfirmasi dari pihak Anies Baswedan, diharapkan media massa membuat perbaikan mengenai makna kata pribumi itu. Hal ini agar masyarakat tidak menganggap dirinya menjelekkan ras dan etnis tertentu di Indonesia.</p>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-01a289ef9dc6">Analisis Agenda Setting Tahap Dua Pada Media Indonesia.com dan Okezone.com</title>
        <p id="paragraph-af7afa517fa84b97a1a3a564e8621792">Sesuai dengan teori agenda setting tahap dua dari MC Combs yang ditonjolkan adalah atribut. Atribut yang dimaksud disini adalah pertama kata pribumi yang merujuk pada sebutan Belanda untuk merendahkan warga Indonesia, kedua kata pribumi mediskriminasikan ras dan SARA, ketiga kata pribumi dapat memecah belah warga Indonesia dan keempat kata pribumi tidak pantas dilontarkan. Media Indonesia.com mendefinisikan Anies Baswedan sebagai sosok yang bersalah karena atribut kata pribumi mengandung unsur diskriminasi ras dan etnis. Sedangkan pada Okezone.com mendefinisikan Anies Baswedan tidak bersalah atas pidato tersebut karena penggunaan atribut kata pribumi sudah diposisikan dengan tepat. Atribut kata pribumi digunakan untuk menunjukkan era kolonialisme di masa silam.</p>
        <p id="p-ab4944e3c576"/>
      </sec>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-a24520a3508e">KESIMPULAN</title>
      <p id="paragraph-424f5098d3eb44a28009081f5849f837">Dari hasil analisis framing menggunakan model Robert N. Entman dapat dilihat perbedaan tema berita yang dimuat oleh Media Indonesia.com dan Okezone.com. framing Pada Media Indonesia.com secara keseluruhan berita yang telah dianalisis peneliti lebih banyak menghadirkan pemberitaan yang menyudutkan pihak Anies Baswedan. Sedangkan framing pada Okezone.com secara keseluruhn berita yang telah dianalisis peneliti menunjukkan jika pemberitaan yang dibuat cenderung pro akan kasus pidato pribumi oleh Anies Baswedan.</p>
      <p id="paragraph-7ad3a9803d5a451ca398a11e5c8cd53c">Sesuai dengan teori agenda setting tahap dua dari MC Combs yang ditonjolkan adalah atribut. Atribut yang dimaksud disini adalah pertama kata pribumi yang merujuk pada sebutan Belanda untuk merendahkan warga Indonesia, kedua kata pribumi mediskriminasikan ras dan SARA, ketiga kata pribumi dapat memecah belah warga Indonesia dan keempat kata pribumi tidak pantas dilontarkan.</p>
      <p id="paragraph-cf15be8ce4b742a88d2b146483f69119"/>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <ack id="ack-300ce995805c">
      <title id="ack-title-c4c81bc4679a">Ucapan Terima Kasih</title>
      <p id="paragraph-30d8281e7c2c">Terimakasih kami sampaikan untuk pengelolah jurnal Kanal atas kesempatan yang diberikan untuk turut serta menulis di jurnal Kanal.</p>
    </ack>
    <ref-list>
      <title>References</title>
      <ref id="R67130715837053">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Eriyanto</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor">
            <etal/>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Framing</article-title>
          <publisher-name>PT LKIS Printing Cemerlang</publisher-name>
          <publisher-loc>Yogyakarta </publisher-loc>
          <year>2012</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837054">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Tamburaka</surname>
              <given-names>Apriadi</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor">
            <etal/>
          </person-group>
          <article-title>Agenda Setting Media Massa</article-title>
          <publisher-name>PT. Raja Grafindo Persada</publisher-name>
          <publisher-loc>Jakarta </publisher-loc>
          <year>2012</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837055">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Eriyanto</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor">
            <etal/>
          </person-group>
          <article-title>Media dan Opini Publik</article-title>
          <publisher-name>PT RajaGrafindo Persada</publisher-name>
          <publisher-loc>Depok </publisher-loc>
          <year>2018</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837058">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sugiono</surname>
              <given-names>-</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <article-title>Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&amp;D</article-title>
          <publisher-name>Alfabeta</publisher-name>
          <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
          <year>2012</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837060">
        <element-citation publication-type="website">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Susanto</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Pidato Anies Baswedan Terus Tuai Reaksi</article-title>
          <year>2017</year>
          <uri>http://m.mediaindonesia.com/read/detail/127811 </uri>
          <date-in-citation content-type="access-date">9 Desember 2017</date-in-citation>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837061">
        <element-citation publication-type="website">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Fauzi</surname>
              <given-names>Akmal</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Satpol PP Turunkan Spanduk 'Kebangkitan Pribumi' di Menteng</article-title>
          <year>2017</year>
          <uri>http://m.mediaindonesia.com/read/detail/127824</uri>
          <date-in-citation content-type="access-date">9 Desember 2017</date-in-citation>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837062">
        <element-citation publication-type="website">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Nic</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Sudahi Polemik Pidato Anies Baswedan</article-title>
          <year>2017</year>
          <uri>http://m.mediaindonesia.com/read/detail/127910</uri>
          <date-in-citation content-type="access-date">9 Desember 2017</date-in-citation>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837063">
        <element-citation publication-type="website">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Antara</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Bareskrim Polri Terus Proses Laporan Terkait Anies Baswedan</article-title>
          <year>2017</year>
          <uri>http://m.mediaindonesia.com/read/detail/128203</uri>
          <date-in-citation content-type="access-date">9 Desember 2017</date-in-citation>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837064">
        <element-citation publication-type="website">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Antara</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Komunitas Anak Bangsa Demo Anies soal "Pribumi"</article-title>
          <year>2017</year>
          <uri>http://m.mediaindonesia.com/read/detail/128561</uri>
          <date-in-citation content-type="access-date">23 October 2017</date-in-citation>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837065">
        <element-citation publication-type="website">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Perdana</surname>
              <given-names>Ridha Kusuma</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Pribumi</article-title>
          <year>2017</year>
          <uri>http://m.mediaindonesia.com/read/detail/130521</uri>
          <date-in-citation content-type="access-date">11 Desember 2017</date-in-citation>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837059">
        <element-citation publication-type="website">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Micom</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Pidato Anies Baswedan Mengoyak Kemajemukan Warga DKI</article-title>
          <year>2017</year>
          <uri>http://m.mediaindonesia.com/read/detail/127621</uri>
          <date-in-citation content-type="access-date">9 Desember 2017</date-in-citation>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837067">
        <element-citation publication-type="website">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hidayat</surname>
              <given-names>Apriyadi</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Soal Kata 'Pribumi' di Pidato Anies, Ini Pandangan Ahli Bahasa UI</article-title>
          <year>2017</year>
          <uri>https://megapolitan.okezone.com/read/2017/10/17/388/1797308</uri>
          <date-in-citation content-type="access-date">17 Oktober 2017</date-in-citation>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837068">
        <element-citation publication-type="website">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Lestari</surname>
              <given-names>Reni</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>JK Sebut Anies Tak Salah Sebut Pribumi dalam Pidato Politik Pertama</article-title>
          <year>2017</year>
          <uri>https://megapolitan.okezone.com/read/2017/10/17/388/1797066</uri>
          <date-in-citation content-type="access-date">14 Februari 2017</date-in-citation>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837069">
        <element-citation publication-type="website">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Badriyanto</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Polda Metro Tolak Laporan Organisasi Sayap PDIP soal Pidato Gubernur Anies Baswedan, Alasannya</article-title>
          <year>2017</year>
          <uri>https://megapolitan.okezone.com/read/2017/10/17/388/1797327</uri>
          <date-in-citation content-type="access-date">14 Februari 2017</date-in-citation>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837070">
        <element-citation publication-type="website">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Okezone</surname>
              <given-names>Tim</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>FOKUS: 'Pribumi' di Pidato Gubernur Anies, Amati Konteks Kalimatnya dan Jangan Mudah Terpecah Belah</article-title>
          <year>2017</year>
          <uri>https://megapolitan.okezone.com/read/2017/10/17/388/1797762</uri>
          <date-in-citation content-type="access-date">14 Februari 2017</date-in-citation>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837071">
        <element-citation publication-type="website">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rizky</surname>
              <given-names>Fahreza</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Gubernur Anies Dipolisikan soal 'Pribumi', Priyo: Kita Harus Move On!</article-title>
          <year>2017</year>
          <uri>https:// nasional.okezone.com/read/2017/10/19/337/1798603</uri>
          <date-in-citation content-type="access-date">14 Februari 2017</date-in-citation>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837072">
        <element-citation publication-type="website">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Fardiansyah</surname>
              <given-names>Achmad</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Pidato Anies soal 'Pribumi', PAN: Biarkan Gubernur DKI Bekerja!</article-title>
          <year>2017</year>
          <uri>https://megapolitan.okezone.com/read/2017/10/17/388/1799552</uri>
          <date-in-citation content-type="access-date">14 Februari 2017</date-in-citation>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837073">
        <element-citation publication-type="website">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Awaludin</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Pidato Anies soal 'Pribumi', Ketua Relawan Djarot Mania: Jangan Ditanggapi secara Berlebihan!</article-title>
          <year>2017</year>
          <uri>https://megapolitan.okezone.com/read/2017/10/17/388/1799948</uri>
          <date-in-citation content-type="access-date">14 Februari 2017</date-in-citation>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R67130715837066">
        <element-citation publication-type="website">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Akhmad</surname>
              <given-names>Harits Tryan</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Ini Penjelasan Anies Baswedan Soal Kata 'Pribumi' di Pidatonya</article-title>
          <year>2017</year>
          <uri>http://m.mediaindonesia.com/read/detail/130521</uri>
          <date-in-citation content-type="access-date">11 Desember 2017</date-in-citation>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back>
</article>
