Environmental Communication By Indigenous Women in Pampa Processing in Moa Village, Kulawi District, Sigi Regency
Komunikasi Lingkungan oleh Perempuan Adat dalam Pengolahan Pampa di Desa Moa, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi
Keywords:
komunikasi lingkungan, perempuan adat, pampaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik komunikasi lingkungan dalam pengelolaan pampa oleh perempuan di Desa Moa. Fokus penelitian meliputi penyampaian pesan, media komunikasi, serta efek dan umpan balik yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan perempuan pengelola pampa, aparat desa, dan lembaga adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi lingkungan berlangsung secara kontekstual dan terintegrasi dalam aktivitas sehari-hari. Perempuan berperan penting dalam menyampaikan nilai-nilai lingkungan melalui praktik langsung dalam keluarga dan masyarakat. Pesan yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga mengandung nilai sosial dan budaya. Komunikasi dilakukan secara interpersonal dan nonformal. Dampak komunikasi terlihat pada meningkatnya pemahaman masyarakat, meskipun masih terdapat perbedaan tingkat kesadaran, terutama pada generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi lingkungan oleh perempuan berperan penting dalam keberlanjutan pengelolaan pampa.
References
Almahrous, G., David-Tchouda, S., Sissoko, A., Rancon, N., Bosson, J. L., & Fortin, T. (2020).
Patient-reported outcome measures (PROMs) for two implant placement techniques in sinus region (bone graft versus computer-aided implant surgery): A randomized prospective trial. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(9). https://doi.org/10.3390/ijerph17092990
Anwar, R., Sarwoprasodjo, S., & Hapsari, D. R. (2026).
Teori komunikasi lingkungan: Partisipasi publik dalam pengelolaan kawasan konservasi bagi masyarakat adat di Papua. 5(2), 2832–2847.
Ardianti, D. (2026). Komunikasi lingkungan berbasis ekofeminisme dalam pengelolaan sampah perkotaan. 1.
Ayu Widya Savitri, & Oman Sukmana. (2025).
Pemanfaatan media sosial oleh perempuan dalam menyuarakan isu lingkungan. Intellektika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 3(1), 306–314. https://doi.org/10.59841/intellektika.v3i1.2171
Bernacchi, L. A. (2024). Inclusive innovation stems from environmental communication scholarship. https://doi.org/10.3389/fcomm.2024.1395964
Boora, S., Karakunnel, M. T., & Savarimuthu, X. (2022).
Environmental communication research. International Journal of Health Sciences, 6(May), 11453–11468. https://doi.org/10.53730/ijhs.v6ns5.11110
Cox, R. (2010).Environmental communication and the public sphere.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018).
Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Dwi, M., Putra, P., Hastjarjo, S., & Satyawan, I. A. (2025).
Environmental communication based on local wisdom in efforts to preserve water sources in Pedawa Village. 14(1), 195–209.
Febrina, S., Wardi, Y., & Evanita, S. (2025).
Strategi komunikasi lingkungan dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. 04(1), 128–135.
Harun, F., & Ramdani, F. (2025). Model komunikasi ekologis dalam pemanfaatan sumber daya. Aiccon, 593–600.
Kalyanwala, K. (2025). Marginalised women’s voices in the Indian environmental justice movement: Stories from a Himalayan community. April, 1–14. https://doi.org/10.3389/fcomm.2025.1536392
Maibach, E. W., Nisbet, M., Baldwin, P., Akerlof, K., & Diao, G. (2010). BMC Public Health, 10(299).
Maolana, M. S., Muljono, P., & Seminar, A. U. (2025). Komunikasi lingkungan dalam ekowisata: Perbandingan persepsi pesan dan efektivitas framing pesan. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 22(01), 37–47. https://doi.org/10.46937/22202450027
Menzies, A. K., Bowles, E., McGregor, D., Ford, A. T., & Popp, J. N. (2024). Sharing Indigenous values, practices and priorities as guidance for transforming human–environment relationships. July, 2109–2125. https://doi.org/10.1002/pan3.10707
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994).
Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.
Muhammad, A. (2022). Pola komunikasi lingkungan masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) berdasarkan warisan nilai leluhur. 1(1), 21–26.
Pelestarian, P., Melalui, H., Lingkungan, K., & Kearifan, B. (2025). Jurnal Mudabbir, 5, 2257–2271.
Perito, M. A., Chiodo, E., Serio, A., Paparella, A., & Fantini, A. (2020). Factors influencing consumers’ attitude towards biopreservatives. Sustainability, 12(24), 1–12. https://doi.org/10.3390/su122410338
Rahmatia, A. (2025).
Ekofeminisme: Peran perempuan sebagai penjaga hutan adat Mandala Bayan di Kabupaten Lombok Utara. 8(2), 42–47.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian komunikasi.
Sutrisno, S., Yuningsih, N. Y., & Agustino, L. (2018). Komparasi teori marketing politik 4P menurut Niffenegger dan 3P menurut Adman Nursal. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik, 6(2), 106. https://doi.org/10.31289/jppuma.v6i2.1617
Transboundary, F., & Crime, E. (2019).
Asia environmental enforcement awards 2019: Fighting transboundary environmental crime information note. August.
United Nations. (2020). Human development report 2020. https://hdr.undp.org/sites/default/files/hdr2020.pdf
Wahyuning Mei Savira, A. H. (2024). Sinergitas kearifan lokal dan gender: Peran strategis perempuan adat Kalimantan dalam upaya. 3(2), 28–45.
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Fani Saura, Sitti Murni Kaddi, Andi Febri Herawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



